Bruno Mars Grenade - Download MP3
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar | Minggu, 06 Februari 2011di 04.49 | Label: Download
Bruno Mars Just The Way You Are - Download MP3
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar |di 04.48 | Label: Download
Pelestari Musik Dayak Sape
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar | Jumat, 04 Februari 2011di 04.17 | Label: music
”Sape’ benutah tulaang to’ awah”. Petikan ungkapan itu termuat dalam ”Tekuak Lawe’”, sastra lisan yang turun-temurun ada di kalangan masyarakat Dayak Kayaan-Kenyah. Secara harfiah, ungkapan itu berarti alat musik sape’ mampu meremukkan tulang belulang hantu yang bergentayangan.
” Ungkapan itu menggambarkan bahwa alat musik sape’ mampu membuat orang yang mendengarkan merinding hingga menyentuh tulang atau perasaan kita. Kalangan tetua adat zaman dulu memang betul bisa merasakannya karena nuansa pedesaan saat itu masih ’kental’,” kata Dominikus Uyub, pemain sekaligus pelestari alat musik sape’.Sape’ adalah alat musik petik dari Dayak Kayaan-Kenyah. Bentuknya seperti gitar. Perbedaannya terdapat pada posisi grip dan tak adanya lubang untuk menggaungkan bunyi petikan senar. Sumber bunyi sape’ hanya berasal dari petikan senar.
Alat musik ini biasa dimainkan dalam acara-acara adat. Dulu, alat musik sape’ juga sering dimainkan kaum muda ketika mereka berkumpul pada malam hari. Di perkampungan masyarakat Dayak Kayaan- Kenyah pada masa lalu, sape’ juga sering dipakai kaum muda untuk mendekati perempuan yang ditaksirnya.
Biasanya sape’ dimainkan di rumah panjang atau rumah betang, yaitu rumah komunal masyarakat Dayak. Rumah betang itu disekat-sekat untuk ruang pribadi masing-masing keluarga. Di rumah betang juga tersedia ruang besar untuk acara adat atau berkumpul keluarga besar yang tinggal di rumah betang tersebut. Di ruang besar itulah, pada masa lalu, para pemuda Dayak unjuk kebolehan bermain sape’.
”Dari cerita-cerita orang tua, dulu, pemain sape’ yang mahir biasanya mendekati wanita yang disukainya dengan menggunakan sape’. Sangat romantis,” ujar Uyub.
Dewasa ini, sape’ juga sering dimainkan dalam acara-acara seremoni pemerintah, terutama ketika ada tamu dari luar daerah. Sape’ terdiri dari minimal tiga senar. Di Dayak Kenyah, grip-grip akan menghasilkan 14 nada tunggal, sedangkan di Kayaan grip sape’ biasanya menghasilkan delapan nada.
Ditertawakan
Uyub mengenal alat musik sape’ sejak masih kecil. Ayahnya adalah pemain sape’ yang diakui mahir di kampungnya, Dusun Pagung, Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
”Awal ketertarikan saya justru dari rasa heran. Waktu masih anak-anak, saya menyangka sape’ adalah sampan, tetapi kok sangat kecil dan bisa mengeluarkan bunyi,” cerita Uyub mengenang masa kecilnya.
Pada umur tujuh tahun, dia mulai belajar memetik sape’. Sebelum mengenal alat musik itu, Uyub lebih dulu mahir menari. Ini juga karena darah seni dari ayahnya. Dia belajar sape’ secara otodidak.
”Saya sering ditertawakan kawan- kawan semasa kecil dulu karena mereka menganggap sape’ itu alat musik kuno. Mereka lebih senang belajar gitar, alat musik yang lebih modern,” tutur Uyub.
Sape’ biasanya dimainkan mengikuti perasaan pemainnya. Dalam tradisi masyarakat Dayak yang dekat dengan alam, alunan sape’ biasanya mengikuti suasana alam di sekitarnya. Indah atau tidaknya permainan sape’ juga dipengaruhi perasaan pemainnya.
”Memainkan sape’ benar-benar harus dalam kondisi stabil. Kalau kita sedang emosi, permainan yang dihasilkan biasanya jelek. Tetapi, kalau hati kita sedang senang, permainan bisa bagus,” ujarnya.
Bakat dan ketekunan seseorang menentukan kualitas permainan sape’ karena alat musik ini tak memiliki kunci baku seperti layaknya gitar. Sape’ mengandalkan perpaduan petikan dan loncatan jari pemainnya dari satu grip ke grip yang lain.
Pola permainan alat musik pentatonik ini biasanya mengulang- ulang beberapa birama. Keindahan alunan sape’ justru karena birama pertama tiba-tiba bisa muncul lagi pada birama ke-10 dan seterusnya.
Keunikan inilah yang membuat Uyub makin mencintai sape’, bahkan saat alat musik modern semakin gencar masuk dalam komunitas-komunitas budaya lokal. Ketika duduk di kelas V SD, ia sudah tampil pada gawai Dayak Dange, pesta adat setelah panen, di kampungnya.
”Saya mainkan sape’ dengan instrumentasi ciptaan sendiri. Ketika itu, saya menciptakan lagu berdasarkan perasaan saja,” katanya.
Sanggar seni
Tantangan menciptakan lagu untuk sape’ berasal dari diri setiap pemainnya. Uyub bercerita, setiap pemain sape’ dari Dayak Kayaan- Kenyah akan berupaya mewujudkan ungkapan sape’ benutah tulaang to’ awah.
”Musik yang dihasilkan tetap harus indah, tetapi bagaimana membuat tulang belulang itu remuk, membuat yang mendengarnya bisa merinding. Itulah tantangannya,” kata Uyub.
Selain nuansa yang dihasilkan selaras dengan bunyi-bunyian di alam, sape’ pada masa lalu juga terbuat dari bahan alam. Badan sape’ terbuat dari kayu yang diperoleh di hutan. Senar berasal dari imaan, serat pohon sejenis enau atau aren. Grip sape’ terbuat dari potongan rotan.
Persinggungan Uyub dengan alat musik sape’ kemudian benar-benar intens ketika ia meninggalkan kampung. Tahun 1990 ia pindah ke Kota Pontianak. Saat itu sape’ relatif masih asing bagi warga perkotaan. Kecintaan kepada sape’ mendorong dia membentuk sanggar dengan merekrut kaum muda Dayak.
”Saya berterima kasih kepada sape’ karena dari alat musik inilah saya bisa kuliah,” katanya.
Tahun 1997, Uyub ditawari kontrak bermain di sebuah hotel selama setahun setiap pukul 11.00-14.00. Dari situlah Uyub bisa membiayai kuliahnya, sekaligus menggembleng kaum muda Dayak yang diajaknya ikut bermain di hotel itu. Bisa dikatakan 70 persen dari biaya kuliahnya dipenuhi dari hasil bermain sape’. Sisanya dia peroleh dari sang kakak yang ketika itu sudah bekerja di Pontianak.
Sanggar seni yang didirikan Uyub kemudian menjadi tempat bagi banyak generasi muda Dayak belajar seni tradisi dan sape’. Namun, bagi dia, itu pun belum cukup.
”Saya merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelangsungan alat musik sape’ yang unik ini. Melalui sanggar, saya juga berusaha melestarikan sape’,” kata Uyub yang mengajari pula cara membuat sape’ kepada kaum muda Dayak.
Hingga kini, Uyub tetap menyediakan waktu berbagi ilmu di sanggarnya, di tengah-tengah kesibukan dia memimpin rekan-rekannya mengelola majalah Kalimantan Review.
Alex "Blur" James Bikin Festival Musik di Tanah Pertaniannya
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar |di 04.16 | Label: music

LONDON, Di Indonesia, kita memiliki Iwan Fals, artis musik legendaris yang sering menggelar pertunjukan musik di halaman rumahnya sendiri di Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, dengan menampilkan sejumlah artis musik lain. Di Inggris, pemain bas grup Blur, Alex James, telah mengumumkan rencananya untuk menyelenggarakan festival musik sendiri di tanah pertaniaannya di Oxfordshire.
James telah lama menyukai kawasan pedesaan dan bahkan membuat keju sendiri di tanah pertaniannya. Ia kini meluaskan bisnisnya dengan memadukan dua minatnya--makanan dan musik. Ia akan mengadakan festival bernama Harvest. Festival tersebut akan mencakup penampilan artis-artis musik, termasuk vokalis, pencipta lagu sekaligus gitaris Skotlandia KT Tunstall serta vokalis dan pencipta lagu Steve Earle dari AS; workshop memasak; restoran temporer; dan pasar hasil pertanian.
James mengatakan, "Kami akan membuka gerbang tanah pertanian untuk Harvest September tahun ini. Keluarga saya menanti sebuah perayaan untuk semua hal yang kita sukai--makanan, tanah pertanian, dan musik. Apa lagi?"
Harvest akan diadakan di tanah pertanian James di Kingham, Chipping Norton, Oxfordshire, 9-12 September 2011. Festival itu merupakan sebuah acara yang berkait dengan festival serupa yang diselenggarakan oleh presenter TV yang juga bertani, Jimmy Doherty, di tanah pertaniannya di Suffolk, Inggris.
James telah lama menyukai kawasan pedesaan dan bahkan membuat keju sendiri di tanah pertaniannya. Ia kini meluaskan bisnisnya dengan memadukan dua minatnya--makanan dan musik. Ia akan mengadakan festival bernama Harvest. Festival tersebut akan mencakup penampilan artis-artis musik, termasuk vokalis, pencipta lagu sekaligus gitaris Skotlandia KT Tunstall serta vokalis dan pencipta lagu Steve Earle dari AS; workshop memasak; restoran temporer; dan pasar hasil pertanian.
James mengatakan, "Kami akan membuka gerbang tanah pertanian untuk Harvest September tahun ini. Keluarga saya menanti sebuah perayaan untuk semua hal yang kita sukai--makanan, tanah pertanian, dan musik. Apa lagi?"
Harvest akan diadakan di tanah pertanian James di Kingham, Chipping Norton, Oxfordshire, 9-12 September 2011. Festival itu merupakan sebuah acara yang berkait dengan festival serupa yang diselenggarakan oleh presenter TV yang juga bertani, Jimmy Doherty, di tanah pertaniannya di Suffolk, Inggris.
Justin Bieber Berduet dengan Ozzy Osbourne
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar | Kamis, 27 Januari 2011di 23.28 | Label: music
[LOS ANGELES] Legenda musik rock Ozzy Ousbourne pernah menyakiti perasaan jutaan gadis-gadis ABG di seluruh dunia, ketika dalam sebuah wawancara mengatakan”Siapa sih si sialan Justin Bieber?”. Namun ejekan itu kini sudah berubah, karena ternyata Ousbourne kini tengah menggarap proyek bersama Justin Bieber.
Tokoh idola masa lalu (Ousbourne) dan idola masa kini (Bieber) itu akhirnya bertemu untuk pembuatan iklan pertandingan final ajang American Football yang biasa disebut Superbowl. Untuk dapat menghadirkan Bieber, retail elektronik Best Buy yang menjadi sponsor utama Superbowl harus merogoh koceknya hingga sebesar US$ 1 juta.
Bieber (16) ternyata juga tak sabar untuk bertemu dengan Ousbourne yang pernah dilihatnya di acara tv realitas The Ousbourne. Keduanya bertemu dan bersalaman, ketika harus tampil dengan mengenakan pakaian masa depan.
Tokoh idola masa lalu (Ousbourne) dan idola masa kini (Bieber) itu akhirnya bertemu untuk pembuatan iklan pertandingan final ajang American Football yang biasa disebut Superbowl. Untuk dapat menghadirkan Bieber, retail elektronik Best Buy yang menjadi sponsor utama Superbowl harus merogoh koceknya hingga sebesar US$ 1 juta.
Bieber (16) ternyata juga tak sabar untuk bertemu dengan Ousbourne yang pernah dilihatnya di acara tv realitas The Ousbourne. Keduanya bertemu dan bersalaman, ketika harus tampil dengan mengenakan pakaian masa depan.
Drummer Omar Hakim – Inovator yang sukses di dua dunia
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar |di 23.27 | Label: music

Drummer yang belajar sejak usia lima tahun ini punya segudang jam terbang. Wilayah yang dijajahnya tidak hanya Jazz tapi melebar sampai world music, pop, R&B sampai rock. Tengok saja CVnya, anda akan menemukan banyak nama musisi kondang yang pernah bermain bersamanya mulai dari Miles Davis sampai Sting.
Putra dari trombonis Hasan Hakim – bermain untuk Duke Ellington dan Count Basie – merupakan teman kecil bermain bassis Marcus Miller. Kesuksesannya di dunia musik berawal dari Carly Simon tahun 1980 tak lama selepas itu Omar menjadi drummer kelompok fusion masyhur Weather Report.
Kalau anda pernah mengenal band Urban Knights, maka ia adalah salah satu pengagasnya bersama Ramsey Lewis, Grover Washington Jr. dan bassis Victor Bailey.
Album solonya Rhythm Deep (1989) membawanya bertengger dalam daftar salah satu calon pemenang Grammy. Dan itu tentu saja membuat namanya makin melambung. Tak heran kalau kita menemukan namanya dalam album Mariah Carey, Celine Dion atau Jewel dan banyak bintang musik pop.
Omar adalah drummer pertama yang mengadopsi teknologi drum elektronik V-Drums saat tampil dengan Madonna, tapi ia juga memainkan acoustic drums bersama Hank Jones Great Jazz Trio disisi lain.
Di Java Jazz Festival 2011, Omar bakal diduetkan bersama Chieli Minucci, gitaris Special EFX, bassis Jerry Brooks, saxophonist tenor & soprano Bobby Francheschini plus keyboardis Scott Tibbs. Omar Hakim dijadwalkan merilis album We Are One tahun ini. So nantikan kehadirannya Maret mendatang!.
SID Bangga Raih Uncharted Billboard Internasional
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar |di 23.25 | Label: music
"Saya mewakili SID sangat merasa bangga, bisa membawa nama Indonesia dalam persaingan global, musik internasional," ujar Jrx, drumer dari SID di kantor Sony Music, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/1).
Jrx yang banyak memiliki tato ini menyadari penghargaan yang diperoleh dari Billboard internasional tersebut, karena SID memiliki banyak penggemar.
"Billboard Uncharted adalah sebuah penghargaan cutting edge untuk band yang tidak masuk mainstream mereka. Tetapi memiliki masa (penggemar) atau kekuatan lapangan yang patut diperhitungkan," paparnya.
Personel Boyband SM*SH Cuek Dianggap Kurang Jantan
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar | Jumat, 21 Januari 2011di 05.18 | Label: music
JAKARTA - Boyband memang dianggap sebelah mata saat kini. Terkesan kurang jantan. Apa lagi, mengingat dominasi grup band di blantika musik Indonesia. Tapi personel SM*SH, boyband yang digawangi tujuh cowok ganteng, itu tetap percaya diri.
"Sampai sekarang, pro dan kontra pasti ada. Tapi kita sih, tanggepin lebih santai aja. Toh, kita nggak merugikan orang lain. Kita cuma mau berekspresi aja. Kita lebih talk less do more aja deh," kata Morgan, satu di antara tujuh personel SM*SH, Jumat, (21/01/2011), saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Mendengar anggapan boyband kurang jantan itu, personel SM*SH sudah biasa. Tetapi mereka tidak mau ambil pusing. Bagi mereka, yang penting terus berkarya. Untuk itu, mereka juga acap kali mendengarkan musik yang dibawakan grup band di Indonesia.
"Kita sudah biasa. Sekarang fokusnya bikin suatu yang baru, kita usung genre pop dance. Untuk band-band di Indonesia sekarang, kita juga dengerin kok, menurut kita itu bagus, jadi nggak usah saling mencela," tegas Morgan.
"Sampai sekarang, pro dan kontra pasti ada. Tapi kita sih, tanggepin lebih santai aja. Toh, kita nggak merugikan orang lain. Kita cuma mau berekspresi aja. Kita lebih talk less do more aja deh," kata Morgan, satu di antara tujuh personel SM*SH, Jumat, (21/01/2011), saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Mendengar anggapan boyband kurang jantan itu, personel SM*SH sudah biasa. Tetapi mereka tidak mau ambil pusing. Bagi mereka, yang penting terus berkarya. Untuk itu, mereka juga acap kali mendengarkan musik yang dibawakan grup band di Indonesia.
"Kita sudah biasa. Sekarang fokusnya bikin suatu yang baru, kita usung genre pop dance. Untuk band-band di Indonesia sekarang, kita juga dengerin kok, menurut kita itu bagus, jadi nggak usah saling mencela," tegas Morgan.
'Andai Jadi gayus Tambunan'
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar |di 05.16 | Label: music
Bona menyebut minat itu berasal dari produser yang pernah mengangkat band Zigas dan Kuburan. Namun, Bona meminta waktu untuk memperbincangkan hal itu pada teman seperjuangannya di Gorontalo.
"Saya di sini tidak jalan sendiri, ada temen-temen di Gorontalo. Mereka orang-orang profesional, kata Bona.
ia mengaku sempat ditawari provider nada dering untuk menjadikan lagu itu sebagai ring back tone. Gayus pun meminta waktu untuk berdiskusi dengan teman-temannya.
"Lagu Gayus mau di-RBT-kan, tawarannya 50-50 dengan provider. Terus sisa 50%-nya saya fifty-fifty dengan dia, semua pembiayaan dia tanggung," kata Bona baru-baru ini.
Bona mengaku tak menyangka video itu mendapat ratusan ribu respon sejak beredar di Youtube.com beberapa waktu silam. Namun, mantan narapidana LP Gorontalo itu berharap karyanya tersebut bisa didengar.
Menurutnya, lagu itu hanya ungkapan hati orang yang dibui. Selama ditahan, ia berkhayal andaikan menjadi Gayus yang bisa dapat duit banyak. Meski mendekam di tahanan, Gayus malah kerap keluar sel untuk berpelesiran dengan istrinya. Karya Bona itu pun didukung rekan-rekannya. Mereka kemudian membentuk kelompok yang dinamakan Tim Sembilan.
Lantas, bagaimana jika lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan jadi diambil pihak label? Apakah Bona mau jika diadakan rekaman ulang?
"Iya. Tapi kalaupun jadi, saya bilang itu tetap tidak diubah aransemennya, tidak mau ditambah apa-apa," pungkasnya.
Selain Andai Jadi Gayus Tambunan, album bertajuk Kisah Nyata Tobat Narapidana itu akan memuat lagu-lagu lainnya. Lagu-lagu itu yakni Ada Cobaan Hidup, Demi Kehidupan, Markus, Maafkan Aku Ibu, Curahan Hati Untuk Anak Dan Istriku, Hari Kiamat, Kuharap Kesadaranmu, Dibawa Sama KA Lapas, Cinta Semu, dan Ramadhan Lebaran.
Justin Bieber Konser di Indonesia 23 April
Diposting oleh Juan Patrick Napitupulu | 0 komentar |di 05.15 | Label: music

Kepastian kabar tersebut telah disampaikan pihak Universal Music Indonesia kepada detikhot, Jumat (21/1/2011). Pihak promotor Marygops Studios juga sudah mengumumkan berita tersebut lewat akun Twitter-nya.
"CONFIRMED! Justin Bieber My World Tour. 23April 2011 di Sentul Int’l Convention Center! Follow @marygopsstudios RT ya!" tulis promotor.
Penjualan tiket dibuka mulai Sabtu (22/1/2011) besok di pelataran parkir EX Plaza, Jakarta Pusat. Selain itu, pihak promotor juga menyediakan penjualan tiket dengan sistem online mulai Senin (24/1/2011).
Harga tiket Festival dijual Rp 1 juta, Tribun I Rp 750 ribu, Tribun II Rp 500 ribu. Jika ingin membeli tiket secara langsung atau online, jangan lupa untuk membawa serta kartu identitas diri.
Langganan:
Postingan (Atom)




